DPC SPASI Bekasi Raya Resmi Dideklarasikan, Perkuat Solidaritas dan Tegakkan Marwah Advokat
Bekasi -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solidaritas Prapel dan Advokat (SPASI) Bekasi Raya resmi dideklarasikan sebagai bagian dari gerakan nasional yang melibatkan berbagai daerah di Indonesia, Kamis (23/10/2026).
Kegiatan deklarasi serentak tersebut juga diikuti secara virtual melalui jaringan Zoom oleh sejumlah perwakilan daerah lain, di antaranya Palembang, Balikpapan, Bali, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Makassar.
Kepengurusan DPC SPASI Bekasi Raya secara resmi dipimpin oleh Dr. (c) H. Muhammad Mutasil HB, S.H., M.M., M.H., C.Med. selaku Ketua.
Dalam menjalankan roda organisasi, Ketua didampingi oleh H. Ius Soliwanto, S.H., M.H. sebagai Sekretaris dan Sriyatun Sih Widodo, S.H., M.H. sebagai Bendahara.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus inti, antara lain Hendra Sunaryo, S.H., Khadirin, S.H., Dr. Sugeng Martono, S.H., serta Hartoyo, S.H., M.H.
Sejumlah tokoh dan praktisi hukum asal Kabupaten Bekasi yang hadir meliputi Zulkipli Pahat, S.H., Yudha, S.H., Dr. (c) Darius, S.H., Fahmi, S.H., beserta rekan-rekan sejawat lainnya.
Solidaritas organisasi semakin diperkuat dengan kehadiran rombongan pendukung dan simpatisan yang dikoordinasikan oleh Gurungudi, Arsi, Kusno, serta Mursalim.
Suasana kekeluargaan tampak kental dengan hadirnya Ibu Niar beserta rekan-rekan dari lingkungan kepaniteraan Pengadilan Agama Kota Bekasi bersama suami.
Dukungan moril juga diberikan langsung oleh para klien dan ahli waris, di antaranya Ibu Sulastri, Fatimah Maisaroh, dan Siti Patimah.
Kemeriahan acara turut dirasakan dengan hadirnya sahabat SPASI lintas wilayah yang datang langsung dari Medan dan Pematangsiantar, yakni John Cris.
Dalam sambutannya, Ketua DPC SPASI Bekasi Raya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya demi menghadiri kegiatan penting tersebut.
“Atas nama Ketua DPC SPASI Bekasi Raya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat dan rekan yang telah hadir,” ujar Muhammad Mutasil.
Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata persaudaraan, solidaritas, dan komitmen bersama dalam memperjuangkan keadilan hukum di masyarakat.
Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi benteng penjaga marwah advokat, melindungi praktisi hukum dari ancaman maupun kriminalisasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pendampingan hukum yang adil.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh pengurus serta tamu undangan dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat, membawa semangat persaudaraan demi tegaknya hukum dan keadilan di Indonesia. (Guntoro)