Skip to content
Primary Menu
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Bisnis dan Ekonomi
  • Berita Photo dan Video
  • Nasional
  • Politik dan Hukum
  • TNI/POLRI
  • Daerah
  • Lingkungan Hidup
  • Opini
  • INVESTIGASI & KARIKATUR
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Subscribe
  • Home
  • Daerah
  • Heboh Video “Penambangan Emas” di Babelan, Lansia Buruh Harian Ayak Puing Demi Bertahan Hidup
  • Daerah

Heboh Video “Penambangan Emas” di Babelan, Lansia Buruh Harian Ayak Puing Demi Bertahan Hidup

REDAKSI 6 bulan ago 2 minutes read
Screenshot_2025-12-22-19-14-57-82

Keterangan: Mungnih,Warga Kp Pinang Lima RT 16/RW 09 MUARA BAKTI Kec Babelan Kab Bekasi -Jawabarat.

BN News-KABUPATEN BEKASI – Warga Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aktivitas seorang lanjut usia yang disebut-sebut sedang melakukan penambangan emas. Video tersebut viral dan memicu rasa penasaran publik, lantaran aktivitasnya dilakukan di lingkungan permukiman warga.

Keterangan : tangkap layar video yang beredar, Pendulang Emas RT16/RW 09 Kp Pinang lima Muara Bakti.(Photo/Istimewa)

Hasil penelusuran awak media di lokasi RT 016/09 Desa Muara Bakti mengungkap fakta sebenarnya. Pria lanjut usia bernama Mugeni (60), seorang buruh harian lepas, bukanlah penambang emas sebagaimana isu yang berkembang. Ia hanya mengais rezeki dengan cara mengumpulkan puing bangunan dan lumpur comberan bekas lokasi pengrajin emas, berharap masih ada sisa bubuk atau serpihan emas yang tertinggal.

Mugeni mengaku, puing-puing tersebut ia peroleh saat bekerja membongkar dan merenovasi rumah atau kios bekas pengrajin emas di wilayah Rengasdengklok, Karawang. Setiap bongkaran tembok dan lantai, ia kumpulkan lalu dikarungi untuk dibawa pulang.

 

“Setiap bongkaran tembok dan lantai saya karungi. Siapa tahu masih ada debu-debu emas yang tertinggal di puing atau lumpur got,” ujar Mugeni kepada awak media, Senin (22/12/2025).

 

Tak hanya dari puing bangunan, Mugeni juga mengumpulkan lumpur comberan dan saluran got yang berada di sekitar bekas lokasi pengrajin emas. Semua material tersebut kemudian ia ayak secara manual menggunakan air.

“Caranya saya ayak pakai air. Kadang terlihat ada bubuk-bubuk emas kecil, lalu saya kumpulkan,” jelasnya.

 

Namun, hasil yang didapatkan tidak menentu. Mugeni mengaku sering menjual satu karung puing bekas tersebut dengan harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung ada tidaknya kandungan emas.

“Enggak tentu ada emasnya. Kadang ada, kadang enggak sama sekali. Banyak juga karung yang masih numpuk dan belum laku,” tambahnya.

Aktivitas Mugeni ini sontak menuai beragam reaksi warga. Sebagian merasa prihatin atas perjuangan hidup sang lansia, sementara lainnya sempat salah paham mengira adanya praktik penambangan emas ilegal di lingkungan mereka.

 

Keterangan : Tumpukan Bekas Puing dalam karung berharap jadi Emas untuk menyambung hidup yang belum laku terjual.

 

Fakta di lapangan menunjukkan, apa yang dilakukan Mugeni semata-mata adalah upaya bertahan hidup, memanfaatkan sisa-sisa material yang ditinggalkan demi menyambung hari di usia senja.

(Red/Guntoro).

About the Author

REDAKSI

Administrator

Visit Website View All Posts
Post Views: 527

Post navigation

Previous: HGU PT Mamuang Salah Lokasi dan Tanpa Plasma: Segera Kembalikan Lahan Masyarakat 4000 Ha
Next: OLIGARKI BUMD

Related Stories

e36c42886bcf4756affd5c8218891a12
  • Berita Photo & Video
  • Daerah

Door-to-Door ke Warga, Bang Nurta Gaungkan Demokrasi Santun di Muara Bakti

REDAKSI 6 hari ago
1781358932689
  • Daerah
  • Pencegahan Korupsi dan Penindakan Korupsi

Honor Dewan PEGAWAS Tirta Bhagasasi Tembus Rp 362 Juta per Bulan Saat Perusahaan Rugi RP 350 Milyar

REDAKSI 3 minggu ago
IMG_20260603_181458
  • Berita Photo & Video
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik dan Hukum

WARGA MEKAR SARI ADUKAN DUGAAN SEROBOT 258 HA KE ATR/BPN RI

REDAKSI 1 bulan ago

Copyright © BUKIT BADAR NUSANTARA EMAS | ReviewNews by AF themes.