badarnusantaranews.com||SUMSEL,-DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LSM BALADAYA PROVINSI Sumatera Selatan melakukan pemantauan atas penyelesaian permasalahan sengketa/konflik agraria antara masyarakat desa Mekarsari kecamatan Karang Agung Ilir Kab Banyuasin dengan PT Tunas Jaya Negeriku dan sengketa/konflik agraria antara masyarakat desa Sebokor kecamatan Air Kumbang Kab Banyuasin provinsi Sumatera Selatan.
Sekjend DPD LSM BALADAYA Provinsi Sumatera Selatan, Wagiman SP, menyampaikan bahwa “Kami menginginkan Negara segera hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan desa Mekarsari kecamatan Karang Agung Ilir Kab Banyuasin dengan PT Tunas Jaya Negeriku dan sengketa/konflik agraria antara masyarakat desa Sebokor kecamatan Air Kumbang Kab Banyuasin provinsi Sumatera Selatan. Kami tetap memantau status pengaduan dan arah penyelesaian yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendorong adanya koalisi masyarakat sipil untuk melakukan pengawasan.” (2/9/26).
Dengan penyelesaian masalah-masalah tersebut diharapkan masyarakat desa di sekitar perkebunan kelapa sawit mendapatkan kepastian keberlanjutan hidup dengan dapat meningkatkan kesejahteraannya sehingga dapat berperan penting dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.
“Harapan kami, tidak ada phak-pihak yang berkepentingan untuk menggagalkan Visi Indonesia Emas (VIE) 2045 di kabupaten Banyuasin, sehingga bonus demografi dapat berbalik menjadi bencana demografi (demographic disaster) akibat terjadinya gejala middle income trap. Kalau dua hal ini terjadi kab Banyuasin, maka VIE 2045 di kabupaten Banyuasin bisa saja gagal terwujud.’ Tegas Wagiman, SP.
Atas hal tersebut DPD LSM BALADAYA Provinsi Sumatera Selatan meminta kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa/konflik agraria antara masyarakat desa Mekarsari kecamatan Karang Agung Ilir Kab Banyuasin dengan PT Tunas Jaya Negeriku dan sengketa/konflik agraria antara masyarakat desa Sebokor kecamatan Air Kumbang Kab Banyuasin provinsi Sumatera Selatan, agar segera mewujudkan penyelesaian masalahan yang berkeadilan. (Dian S/Red)